Gejala Umum
- Demam tinggi (hingga 40°C) dengan pola berkala
- Menggigil dan berkeringat berlebihan
- Sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri sendi
- Mual, muntah, dan diare
- Kelelahan ekstrem dan malaise
- Anemia (pucat)
Tanda Bahaya — Segera ke Dokter
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 minggu tanpa penurunan
- Kejang atau kesadaran menurun (malaria serebral)
- Perdarahan spontan atau hematuria
- Kesulitan bernapas atau edema paru
- Gagal ginjal akut (urine gelap/jarang)
- Syok atau tekanan darah sangat rendah
Faktor Risiko
- Tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria (tropis/subtropis)
- Paparan gigitan nyamuk Anopheles tanpa perlindungan
- Imunodefisiensi atau status gizi buruk
- Kehamilan (risiko komplikasi meningkat)
- Riwayat malaria sebelumnya tanpa imunitas lengkap
Langkah Pencegahan
- Gunakan kelambu berinsektisida saat tidur di daerah endemis
- Spray rumah dengan insektisida residual atau gunakan AC/jendela tertutup
- Pakai pakaian tertutup (lengan panjang, celana) terutama sore-malam
- Aplikasikan repelen nyamuk (DEET 20-30%) di kulit dan pakaian
- Konsumsi obat profilaksis (antimalarial) jika bepergian ke daerah risiko tinggi
- Eliminasi tempat breeding nyamuk (genangan air statis)
Kapan Harus ke Dokter
- Demam di atas 38°C yang disertai menggigil dan berkeringat
- Demam berkepanjangan lebih dari 3 hari tanpa penyebab jelas
- Gejala malaria setelah bepergian ke daerah endemis dalam 1 bulan terakhir
- Adanya tanda bahaya (kejang, kesadaran berubah, perdarahan, sesak napas)
- Ibu hamil dengan kecurigaan malaria
Mengalami gejala Malaria?
Cek kemiripan gejalamu dan temukan langkah berikutnya — gratis, dalam hitungan detik.
Cek Gejala Sekarang⚠️ Informasi ini bersifat edukatif. BUKAN diagnosis medis. Konsultasikan ke dokter untuk kepastian.
Pelajari kondisi lain
Informasi edukatif diproduksi oleh GOMiners AI · CekGejala.id